PEMBERDAYAAN DOSEN DAN MAHASISWA UAD DARI LIMBAH

Gelora Persyarikatan, Kampus, UAD

Universitas Ahmad Dahlan, melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa kembali melaksanakan pengabdian. Tepatnya di Desa Tirtohargo, Kretek Bantul dan di Desa Sidorejo, Godean Sleman DIY. Hari Senin 28 Agustus 2017 Wakil Rektor 3 UAD, Dr. Abdul Fadlil dan Dekan FKIP ibu Dr. Tri Kinasih menyempatkan untuk mengunjungi kedua lokasi tersebut.

Pengabdian tersebut masuk dalam skema KKN PPM dimana mendapat suport dana dari Kemenristekdikti. Pengabdian di Kretek Bantul digawangi oleh ibu Dedi Wijayanti dengan mengambil tema “Pengembangan hutan mangrov untuk pengelolaan pesisir berkelanjutan di pantai Baros”. Program pemberdayaan ini dilakukan mengingat banyaknya sampah laut yang berserakan dan mengotori pantai, selain itu hutan mangrove sebagai habitat ikan dan untuk menjaga keseimbangan alam mulai terkikis. Sehingga ibu Dedi beserta mahasiswa melakukan pemberdayaan masyarakat guna melestarikan hutan mangrove dan juga melatih mereka untuk memanfaatkan sampah laut menjadi kerajinan dengan nilai jual yang tinggi.

Adapun kelompok di Godean mengambil tema “Wujudkan wirausaha mandiri dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah organik”. Kegiatan ini diusung oleh ibu Surahma Mulasari dan kawan-kawan beserta mahasiswa. Pemberdayaan yang dilakukan antaralain pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk, briket, pakan ternak dan juga pupuk cair. Kesemuanya berasal limbah organik rumah tangga yang diproduksi sehari-hari.

Dr. Abdul Fadlil dalam sambutannya mengapresiasi dengan penuh kebanggaan atas kiprah dosen dan mahasiswa UAD yang bermanfaat untuk masyarakat. Beliau mengatakan “terimakasih kepada bapak ibu dosen serta mahasiswa yang telah melaksanakan KKN dengan melatih masyarakat untuk semakin berdaya sehingga masyarakat mampu meningkat ekonominya dan mampu bersaing dengan para pemodal”. Selain itu ibu Tri Kinasih selaku Dekan FKIP berharap bahwa program ini bisa dilanjutkan walaupun KKN PPM sudah selesai, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan bisa menanggulangi sampah atau limbah yang semakin bertambah.(AM)